gamis anak perempuan

Karyawan Cuci Motor

Karyawan Cuci Motor


Karyawan Cuci Motor


Untuk memulai usaha cuci motor, tantangan terbesarnya adalah mencari karyawan. Tidak semua orang mau basah-basahan tiap hari untuk mencuci motor. Berikut tips untuk mendapatkan karyawan cuci motor yang baik.

1. Usia muda

Carilah karyawan yang usianya masih 20-an awal dan belum menikah. Soalnya kalau sudah menikah, kebutuhan hidupnya tidak akan terpenuhi kalau hanya menjadi karyawan cuci motor. Selain itu orang yang sudah menikah "biasanya" banyak maunya dalam bekerja. Jadi untuk karyawan cuci motor, yang masih lajang dan usia 20-an awal adalah paling pas. Karena tenaganya masih kuat dan kebutuhan pribadinya pun tidak banyak.

2. Cari orang jauh

Orang yang jauh atau orang rantau adalah pilihan yang pas untuk bekerja cuci motor, karena dengan jauhnya rumah dia, dia tidak akan mudah untuk pulang. Kalau bisa lain propinsi. Ongkos pulang yang mahal, membuat sang karyawan mikir mikir lagi kalau minta pulang, jadi keberlangsungan cuci motor bisa berjalan terus.

Kalau memperkerjakan orang sekitar sebetulnya sah sah saja, namun dalam keberlangsungan bisnis kita nanti akan sering tersendat karena si karyawan punya keperluan lain. Seperti acara keluarga, bermain dengan teman, atau yang lainnya.

3. Gunakan sistem gaji dan komisi

Gunakan sistem gaji dan komisi

Sistem komisi akan baik di mata karyawan, karena dengan mudah bisa diprediksi pendapatannya, dan semakin giat dia bekerja semakin banyak juga uang yang dia terima. Namun sistem komisi tidak baik bagi pemilik bisnis, karena jika si karyawan merasa sudah cukup, dia akan seenaknya untuk tidak bekerja.

Sistem gaji baik bagi pemilik bisnis, karena sang karyawan akan terus bertahan setidaknya sampai gaji dikeluarkan. Tapi bagi sang karyawan, kebutuhan hidup sehari hari akan susah, karena gaji yang dibayarkan hanya sebulan sekali.

Maka yang paling pas adalah gabungan antara sistem gaji dan sistem komisi. Jadi karyawan mendapatkan komisi dari setiap motornya, dan juga mendapatkan gaji di akhir bulan. Dengan demikian sang karyawan akan merasa semakin banyak dia mencuci motor semakin besar pula uang yang dia dapat, dan juga dia akan menunggu hingga akhir bulan sampai gaji diberikan. Dengan sistem ini kita bisa lebih "mengikat" karyawan.